Laman

Rabu, 14 Desember 2011

Sajadah Oh Sajadah.. .


Malam itu malam ke dua puluh lima bulan Romadhon, aku sedang berlibur di rumah sepupuku di Jakarta.
Saat itu aku sedang amat kebingungan. Dan itu hanya disebabkan oleh sebuah sejadah biru milikku
Yusriiiiii !!!Cepetan, ntar telat lagi, lho.” Teriak ka dian sepupuku dari luar kamar. Aku tak menjawab, namun ku buka pintu.
“Lagi ngapain, sih. Cepet! Ntar nggak dapat tempat lagi baru tahu rasa.” Betak ka dian kepadaku.
“ih kaka, bentar dulu,aku bingung nih. Bawa sejadah atau nggak ya” jawabku.
“Bawa…enggak…bawa…..enggak…bawa…” aku menghitung kancing bajuku dengan serius.
“Kamu tuh mau tarawih apa enggak, sih? Ato mau berangkat sendiri?”
“Sebentar, dong.Lagi pusing, nih. Cerewet amat.”
“Pusing kok dipiara. Sampai kapan kamu akan diperbudak oleh sajadah itu?” Potong ka Dian tandas.
“Enak aja. Masa aku budaknya sajadah.” Tanganku langsung menyematkan mukena ke kepalaku sendiri..
“ya udah makannya cepetan sepupuku yg paling nyebelin” katanya dengan nada meledek.
Aki saat itu benar-benar bingung. Masa cuman gara2 sejadah aku sampe bingung kaya gini, biasanya sih tak seperti ini. Tapi kali ini ada yang berbeda. Perasaanku ga enak. Seakan akan ada sesuatu yang memberi isyarat kalau aku bawa sejadah itu, aku akan mengalami kesialan. Ah tapi aku pikir itu hanya perasaan aja. Lantas ku putuskan untuk membawa sejadahku itu.
“ayo ka. Kita go !!”
“lama amat sih, yuuu cepetan !! “ ka Dian menarik tanganku.
Di tengah perjalanan, ka Dian bertanya
“sebenarnya kenapa neng? Kok cuman gara2 sejadah aja mikirnya sampe segitunya?”
“gatau ka, aku ga enak perasaan. Kaya ada yg mengganjal gitu” jelasku.
 “Kamu nggak pede karena modelnya?” kata ka dian
“Modelnya kan sama kaya punya kaka.”
“Atau baunya nggak enak karena lama nggak dicuci?” ka dian bertanya tanpa ekspresi.
“Nih, cium. Wangi, kan?”
“Trus?Jangan-jangan itu sajadah curian dan ketahuan oleh pemiliknya.” Aku pun menoleh.
“Enak aja! Emang aku keturunan maling.” Mataku melotot galak.
“Atau jangan-jangan uang yang kamu pakai untuk membeli adalah hasil korupsi.” Mimik wajah ka dian dibuat seolah-olah serius.
“ih kaka. Mana ada orang korupsi buat beli sajadah? Emangnya Allah bisa disuap dengan sajadah? Yang ada, korupsi buat beli rumah, mobil mewah dan jalan-jalan keluar negeri.”
“Yaa, kali aja ini lain.”
“sudahlah ka, mungkin ini hanya perasaan ku aja. Muda2an aja perasaanku ini bukan firasat apa2”
“aamiin, yu agak cepet jalannya, takut ketinggalan sholat isya” ajak ka Dian.
* * * * * *
ketika sampai di Mesjid,
 “Terimaksih, Dek. Tadi saya buru-buru ke masjid. Jadi lupa nggak bawa sajadah.” Seorang ibu setengah baya tersenyum ramah kpd ku ketika membagi sajadah dengannya. Tapi rasa senang itu tidak berlangsung lama. Saat sholat mulai tampaklah sebuah permasalahan yang bagiku tidak bisa diremehkan. Shof sholat tidak rapat. Padahal Umar bin Khottob pernah merapikan shof dengan pedangnya karena begitu pentingnya shof yang rapat dan lurus agar tidak ada celah bagi syetan untuk engganggu selama solat.
Aku bertekad akan berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan yang ada. Bagiku ini adalah peluang amal yang harus dimanfaatkan. Maka aku sedikit menindihkan sejadah punyaku kpd sejadah milik seorang ibu disampingku yg sedang sholat isya. Dan akupun memulai sholatku yang ketinggalan satu rokaat. Hingga sholat isya sudah di laksanakan, ibu muda di sampingku itu memandangku. Aku membalas tatapan sinisnya dgn senyum termanisku. Ibu muda itu kelihatan dari orang yang cukup berada. Mukenanya jelas tergolong mahal, tapi sayang wajahnya tidak ramah. Kalau saja ia mau tersenyum sedikit saja, pasti kelihatan cantik. Aki merasa senyumku  tak berbalas, aku pun merasa jengah juga dipandangi seperti itu.
“Ehm…, maaf, bu,  Apa ada yang salah dengan saya?” aku bertanya dengan hati-hati. Suaraku dibuat sepelan mungkin agar tidak mengganggu yang lain.
“Lho, nggak nyadar juga. Tampangnya, sih siswi sholehah. Ternyata nggak tahu sopan santun.! Jawabnya pedas. Meskipun suara si ibu pelan tapi cukup membuat wajah-wajah di sekitarnya menoleh kearahku.
“Kenapa Anda nempel-nempel dekat saya? Seenaknya saja menumpuki sajadah saya dengan sajadah murahan! Ini sajadah mahal, saya beli di Arab waktu haji. Harganya mahal tau. Emang kalau lecek mau ngganti?” sungguh mukaku seperti disiram lahar gunung merapi yang baru meletus. Wajahku memerah,Telingaku memanas, begitu pula mataku. Akupun segera terpaku pada sajadah biru yang menutupi sebagian sajadah si ibu. Padahal aku melakukan semua itu karena ingin shaf shalat menjadi rapat. Apalagi posisinya yang ada di ujung paling kiri barisan membuatku harus mendekat ke arah kanan. Tapi aku benar-benar tidak menyangka akan mendapat reaksi seperti itu.
Dengan cepat si ibu berdiri dan menyambar sajadah mahalnya. Ia bergegas ke barisan belakang meninggalkanku dalam sorotan mata dengan berjuta ekspresi. Ada ekspresi simpati karena kasihan, ekspresi gemes dan gregetan, ekspresi geli karena menahan tawa sampai yang cuek seolah tak terjadi apa-apa. Aku tidak lagi peduli dengan tatapan mata yang tertuju kepadanya. Yang aku  rasakan cuma satu : malu.

Husna mulai berhati-hati bersikap karena tak semua niat baik berbuntut manis. Aku pun bergeser untuk memindahkan sejadahku agar rapat dgn makmum di sampingku, karena tempat yang ibu muda tinggalkan itu menyisakan tempat kosong.
Tiba2 ada seorang nenek menegurku
 “Neng, kenapa sajdah saya dipake? Nenek itu baru belajar sholat dan harus pake sajadah biar nggak kedinginan. Masa baru ditinggal wudhu sebentar sajadah sudah lenyap. Di bulan suci begini kok ya masih sempat ngembat barang orang.”
aku sedikit kaget, namun ku coba berusaha tersenyum dengan tuduhan yang dialamatkan kepadaku itu.
“Maaf, Nek saya dari tadi di sini. Dan ini sajadah saya. Mungkin Nenek lupa menaruh sajadah nenek. “aku menjawab dengan hati-hati. Gadis di sebelahku melirikku curiga.
“Kalau itu memang sajadah Neng, kenapa mesti disembunyikan di bawah sajadahnya?” tangan si Nenek menunjuk sajadahku yang tertutup oleh sajadah si Gadis. Tiba-tiba si Gadis berdiri.
“Maaf, Mbak. Saya nggak mau sajadah saya dijadikan tempat menyembunyikan barang curian.” Aku ingin menjelaskan lebih jauh tapi si Gadis terlanjur pergi.
Semuanya tampak memperhatikanku. Aku sungguh sangat malu. Hingga tarawih malam itu bubar, aku pulang dgn wajah murung. Ka dian sedikit menghiburku
“sudahlah neng,lupakan saja. Lain kali kalau bertindak sesuatu di jakarta harus serba hati2”
“iya ka, ternyata firasatku tadi memang benar. Hah,,, malu sekali rasanya”
“ya sudah ya sudah,anggap saja ini sebagai pengalaman ya neng “ jawab ka dian menasihati
“iya ka” timbalku masih berwajah murung.
“senyum dong, wajahmu tambah jelek tau kalau cemberut!”
“huh kaka! Iy nih aku senyum”sambil menarik sudut bibirku.
Pengalaman itu sungguh takkan ku lupakan, bahwa tak semua tindakan baik akan berbuntut manis. Ada kalanya akan terjadi kegagalan.

Kamis, 15 September 2011

#CurCol#

Hi,hi,hi,hi!!!!!!!!
back with me Ani Pertiwi alias Ale
udah lama banget ya,gak nulis lagi,,, maklum ya,,,???!!!
sekarang lagi masa-masanya SMS(Sibuk Masa Sekolah)
semuanya sibuk dengan tugas masing-masing yang seabrek
bloody hell,,,
tugas itu gak ada habisnya,,,
kayak masalah selesai satu,muncul lagi yang baru
but this is life,,
sometime make someone confusing
kayaknya cuma segitu yang bisa di tulis
masih ada banyak tugas yang belum di kerjakan
bye,,,!!!

Sabtu, 16 Juli 2011

TERINGAT MASA KECILKU

            Kini aku sudah beranjak remaja tumbuh menjadi seorang gadis remaja 15th . aku tumbuh dan berkembang seperti anak remaja lainnya dan kini aku sudah mulai merasakan datangnya cinta. Tetapi dibalik itu semua diriku hanyalah seorang anak mamih yang manja dan ketika itu aku teringat masa kecilku.
                Ditimang-timang penuh kelembutan,disusuinya penuh kasih sayang,dibuainya penuh cinta kasih,diajarinya berdiri,di pekalinya ilmu hingga sekarang aku tumbuh menjadi seorang pribadiku sendiri,tak terasa kasih sayangnya yang ia berikat dari semenjak aku kecil. I love you mom.
                Dimasa kecilku ku bisa tertawa,tersenyum dan menangis dengan lepas. Segala yangku inginkan pasti terkabul. Ku bisa bermain sepanjang waktu …………..
Tidak seperti sekarang ini hari-hariku padat dank u habiskan bersama buku0buku pelajar dan tugas-tugas sekolahku,,,,,,,, aku sangat merindukan masa kecilku dikala aku bisa menghabiskan waktuku dengan Barbie-barbieku,bp-bp’anku, dan teman-teman kecilku untuk bermain mainan tradisional kini mulai punah, dan aku sangat merindukan itu semua.
                Barbieku …….Rasanya ini aku kembali kemasa kecilku  tuk bermain bersama dirimu. Koleksi barbieku lumayang banyak sekali, mamahku selalu membelikan Barbie jikalau pergi ke Bandung. Ku  mendandaninya,menyisir rambutnya yang panjang, dan bermain peran/rumah-rumahan bersamanya dan aku bisa perperan menjadi macam tokoh dan sifat jikalau memanikanya. Aksesoris barbieku tidak banyak tapi ibuku selalu menjahitkan gaun-gaun Barbie yang indah untuk menjadi aksesorisnya. Oh ya, gaun-gaun jahitan ibuku tidak kalah bagus dan indah loh dengan yang dijual dipasaran. Sungguh begitu perhatianya dia kepadaku. Kini Barbie-barbie itu sudah tidak ada karena ibuku menberikanya kepada keponakan-keponanku. Berbie-berbie itu hanya bisa ku kenang sekarang.
Selain bermain rumah-rumahan aku juga tidak kalah ketinggalanya menonton film-film Barbie sampai sekarang. Film mariposa yang sudah beberapa kali ditayangkan aku tidak pernah ketinggalan itu. Aku suka film Barbie karena ceritanya menarik sekali dan selalu berakhir dengan happy ending.
                Selain Barbie aku juga teringat ketika aku bermain dengan teman-teman kecilku dikebun belakang  rumah nenekku. Disana kami bermain soldah,gantik,boy-boyan,ucing sumput,ucing sandal,masak-masakan,dll yang pokoknya itu semua adalah main-mainan tradisional yang kini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak kecil zaman sekarang. Mungkin sekarang main-mainan tersebut sudah punah dan kebanyak  anak-anak sekarang bermain mainan modern seperti game only,poin blank,playstation,dll.
                Semua anak keci pasti punya mainan-mainan favoritnya tersendiri dan itu mainan-mainku dan patut kita kenang dan merindukanya ketika meranjak dewasa seperti aku ini. Seandainya hidup ini tidak berputar dan berjalan maju, aku hanya ingin menjadi anak kecil yang selalu dimanja oleh ibunya,bisa bermain sepanjang waktu dan tidak ingin beranjak dewasa pererti ini yang di sibukan dengan hirup pikuknya kesembrawutan di negri ini. Tapi itu tidaklah mungkin semua manusia pasti tumbuh dan berkembang dan menjalani hidup masing-masing, semuanya hanya bisa kita kenang untuk selamanya.

kerAsukan Palsu

Sobat aku tak sanggup menceritakan ini karena aku pasti tertawa terbahak-bahak ketika menceritakan ini. Ternyata bakat ektingku sudah tertanam loh dari kecil buktinya aku bisa berperan seperti orang kerasukan kayak cerita ini……
Begini ceritanya:
            Pada suatu hari di kelas aku terdiam tampa kata, murung sekali, wajahku terlihat pasi sekali, lalu ada salah seorang teman yang brnama Yusri menhampiri damenanyakan keadaanku tapi aku tetap terdiam tak menjawabnya. Kemudian yusri pergi meninggalkan ku dan menhampiri teman-teman yang lain yang sedang mencerikan hal-hal mistik dan mereka mengira aku sedang kerasukan. Akhirnya mereka semua menghampiriku tapi aku malah marah ketika di hampiri mereka semua dan mereka langsung menyangka bahwa aku itu kerasukan seperti cerita yang tadi mereka ceritakan. Gara-gara itu aku langsung berinisyatip berpura-pura keresukan aja,serentak mataku melotot, marah-marah gak jelas dan mengejar-ngejar temanku yang berusak mengusikku.
            Aku memeloti semua teman perempuanku sehingga merekaterhilat ketakutan semua, aku juga mengejar-mejar s yusri dan berniat akan mengcekiknya,dia pun menanggis gak karuan sebenarnya ketika aku mengejar-ngejarnya sungguh aku ingin sekali tertawa tapi kalo tertawa hancur semua rencanaku dan akhirnya aku berhasil menyekiknya(mungkin dia kesakitan juga yah karena aku benar-benar mencekiknya) dia berusa menghindar dan akhirnya dia berhasil lolos dariku.
            Setelah itu si jeni ingat katanya jika ada yang kesurupan pasti akan ketakutan jika melihat Al-Qur’an, dan untungnya dia membawa Al-Qur’an. Ketika aku duduk terdiam karena kecapeaan si jeni mengampiriku dan memukulku dengan Al-Qur’an sungguh pukulan itu terasa sakit di tambah ketika aku di pukul Al-Qur’an aku langsung jatuh ke bawah kursis sungguh sakit sekali tapi demi rencana ku aku menghiraukan itu.
Setelah aku terjatuh dan aku pun berpura-pura tidak sadarkan diri, teman-teman sekelasku langsung menghampiriku dan menanyakan keadaanku. Aku pun sadarkan diri lalu aku banggun dari bawah kursi dan menanyakan apa yang terjadi, mereka memberitahuku bahwa tadi aku itu kesurupan(dalam hati aku tertawa terbahak-bahak ternyata rencanaku berhasil).
            Begitulah ceritanya yang namanya kerasukan palsu, hingga saat ini aku belum member tahunkan kepada teman-teman sdku bahwa itu tuh adalah kerasuka palsu dan dengan cerita ini aku beritahukan kepada semua teman sdku kerasukan ku itu palsu, aku minta maaf pada kalian semua. ckckckckcccckckckckckckckckckckckck

Kamis, 07 Juli 2011

MERINDU

Bulan ini adalah bulan yang sangat menyenangkan sekaligus menyedihkan untukku.Di bulan ini aku telah dinyatakan lulus setelah menunggu sekian lama dengan hati yang berdebar-debar.Tapi dibalik kebahagiaan itu,terselip pula kesedihan.Sedih harus berpisah dengan teman dan sahabat yang sudah teramat dekat,guru-guru yang sangat disegani,dan sekolah tempatku belajar selama ini.
Tapi ada lagi yang lebih membuatku sedih.Tiap kali akan masuk sekolah pasti perasaan ini selalu mengganggu.Teringat 6-10 tahun lalu.Aku tahu itu memang sudah terlalu lama.Tapi entah kenapa kenangan itu enggan berlalu meski telah ku coba membiarkannya berlalu.Biasanya,tiap memasuki tahun ajaran baru pastilah aku berangkat sekolah pagi-pagi.Dengan sepeda warna merah yang usianya sudah cukup tua,mamang,begitulah aku memanggil 00m-ku,mengantarku jikalau beliau libur atau sip malam.Biasanya aku diantar oleh kakekku tersayang.mamang selalu tepat memilihkan bangku untukku.Kami sangat dekat.Seperti ayah dan anak.Kami sering menghabiskan waktu berdua.Beliau sering sekali membelikan aku es krim berbagai rasa,cokelat,dan permen.Apalagi permen yupi.Makanya sampai sekarang permen itu menjadi permen favoritku.
Tapi itu dulu,,,
Sebelum kecelakaan tragis menimpanya.
Rabu pagi,4 Agustus 2005
Hari itu aku yang masih duduk di kelas 4 SD sedang dikepang oleh tanteku(kakaknya mamang,coz mamang belum menikah)dan mama sedang menimang adikku yang sedari tadi terus menangis entah kenapa.Setelah aku rapi,mamang hanya berdiri di bibir pintu kamarku dan telah bersiap untuk pergi bekerja.Mamang menawariku untuk pergi bersama menggunakan motor yang baru beberapa bulan dimilikinya pemberian dari kakek.Namun aku menggeleng karena aku belum memakai sepatu sedangkan tempat kerjanya jauh.Mamang pun berlalu dan mengenakan helm.Mamang pun menyempatkan untuk menggendong adikku yang masih menangis tanpa melepas helm yang digunakannya.Beliau pun berangkat kerja setelah adikku yang masih berusia 10 bulan agak tenang.Begitu juga aku pergi sekolah setelah beberapa menit mamang berangkat.
Entah mengapa,disekolah pun aku tak bisa konsentrasi.Ingin menangis,namun tak bisa.Hatiku resah dan gelisah.Disaat itu juga,guru agama di sekolah sekaligus tetanggaku membawa kabar yang menyatakan bahwa ibuku sedang sakit.Karena khawatir,saat itu juga aku pulang bersama guruku itu diantar oleh pak penjaga sekolah.Tapi kabar dan kenyataan yang kulihat tak sesuai.Aku melihat banyak kursi dihalaman dan karangan bunga.Aku bingung.Dan dengan polosnya aku bertanya pada tanteku yang sedang menangis.''Ada apa ini?katanya mama sakit?kok banyak karangan bunga sama kursi?terus kenapa banyak yang nangis?''Tanyaku.Tanteku langsung memelukku.Aku masih bingung.Akan tetapi,perlahan aku mulai mengerti bahwa orang yang sangat aku sayangi telah pergi untuk selamanya.Meninggalkan sejuta kenangan didalam hati orang yang mengenalnya,menyayanginya,dan sebaliknya.Aku pun menangis.Tapi aku tak tega melihat keluargaku menangis.Biasanya,saat aku menangis,mamanglah tempat ku mencurahkan kesedihanku.Dan hanya dengan dekatnya saja,aku bisa merasa tenang.Tapi sekarang berbeda.Mamang yang selalu menenangkanku telah tiada.Aku bingung.Akhirnya aku hanya mampu menangis tersedu-sedu digudang seorang diri sambil mengingat semuanya.Dari mulai aku belajar sepeda,membuat dan bermain layangan,dan semua yang telah aku lalui bersama,juga merenungkan semua kenakalanku padanya selama ini.Aku baru mengerti dan merasakan bahwa ternyata aku sangat menyayangi dan membutuhkannya setelah beliau tiada lagi.Tapi aku selalu menyia-nyiakan kasih sayangnya selama beliau ada.Dan kini,aku selalu merindukannya.Berharap Allah akan mempertemukan kami kembali.
Dan aku yakin suatu saat nanti pasti kami akan bertemu kembali.
by:Ani Pertiwi

Selasa, 14 Juni 2011

ket: perayaan kelulusan gk wajar tapi mengesankan(dengan hidangan kue kadaluarsa). ga elit banget ya, tapi bagi kami ini sangat menyenangkan dibanding harus curat-coret baju dan konvoi di jalanan. rekam video ditambah foto bareng yang dijamin tidakmerugikan.


menunggu & berharap

Menunggu dan berharaf itulah yang aku lakukan dari 3th yang lalu sampai detik ini.Entah mengapa aku bingung dengan perasaan ku ini,aku buta karna cinta. Sebuah kata yang mungkin selalu hinggap di setiap hati manusia yaitu “ CINTA “. Semua orang pasti tidak bisa menghindar dari kata-kata itu, cinta cinta cinta yang kini ku rasakan kepada mu  bukan lah cinta biasa. Cinta ini yang membuataku buta akan segala hal dan mengandalkan berbagai cara untuk meraihnya, Sampai-sampai  aku tak menyadari itu tapi apa boleh buat semuanya berujungpada kesia-siaan,tak kunjung ada respon sama sekali darinya,cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi semua itu tidak mengurungkan niatku untuk selalu mencoba,berharap,dan menunggu jawaban yang diberikan tuhan atas selaga usaha-usaha yang telah ku perbuat.” Ya tuhan apabila Engkau tidak mengtakdirkan aku berjodoh dengannya izin aku melihat nya tersenyum kepada ku tuk terakhir kalinya aku melihatnya tapi apabila Engkau mengtakdirkan aku berjodoh dengan nya sungguh tak terkira syukurku kepada Mu tapi semunya hanya Engkau yang memutuskankan kuserahkan semuanya kepada Mu karena semua yang kau berikan pasti itulah yang terbaik untuk ku” aminnnnnnnnn.
         
Senyuman semua itu berawal dari senyumannya dan canda tawanya ketika awal pertama kali kita di pertemukan pada saat MOS (Masa Orientasi Siswa) di Almamater SMPN 1 kalijati. Canda-tawa itu yang membuatku bisa tertarik kepadanya,hal yang paling ku ingat darinya saat MOS yaitu saat dia di beri  kado yang berisi tahun ulangtahun(sebuah batu bata yang di bungkus kerts kado) oleh salah satu kakak kelas tapi ternyata di hari itu dia tidak berulangtahun hanya saja ada pengetikan yang salah pada daftar keteranga siswa MOS yang di tempel di depan kelas. Sungguh tak tahan kami menertawakan kakak kelas yang ternyata salah.
         
MOS pun berlalu kini tiba saatnya aku mulai hari ku sebagai siswa SMPN 1 kalijati, tibalah pembagian kelas dan ternyata aku masuk kelas 7H tapi pada saat itu aku tidak mengetahui ia masuk kelas apa………….

Tapi setelah satu tahun berlalu ternyata Tuhan mempetemukan kita kembali,tenyata seseorang yang aku cari-cari selama satu tahun itu sekarang sekelas dengan ku.kami masuk kelas yang sama yaitu kelas 8B . Ya Tuhan tak banyak kata yang keluar dari mulutku tapi beribu-ribu kata yang tak sanggup ku bendung di dalam hatiku. Waktu pun berjalan tak terasa kini aku mulai mendekatkan diri tuk mengenal sosok pribadinya untuk sebagai teman sekelas dulu. Ternyata pribadinya itu sangat menarik dia lucu,humoris,solider, ahk pokoknya setelah ku memahaminya sifatnya sebagai teman semakin menambah rasa sukaku kepadanya. Tak teras waktu pun berjalan memasuki Ulangan Semester 1 dan ternyata sungguh aku tak percaya ternyata aku duduk semeja dengan nya…. Waw selama 5 hari saat ulangan aku mamfaatkan sebaik-baiknya karena hanya pada saat itu saja aku bisa menatap wajahnya dari dekat. Selama 5hari itu canda tawa melengkapi warna kehidupan ku saat ulangan dan menambah semangatku pada saat ulangan tapi selesainya ulangan ada salah satu hal yang membuat aku kecewa berat dan tak sanggupnya aku menahan airmata yaitu ternyata saat membagian raport nilai matematika ku jauh sekali dari perkiraan ku “63”dan hal yang paling anehnya lagi dia mendapat nilai “81” padahal ketika ulangan dia di remedial, aku berpendapat kuat bahwa nilaiku tertukar dengan dia dan dia juga mengira begitu. Then dia mengajakku untuk meluruskan nilai itu tapi ku mengelaknya, biarlah itu hanya sebuah angka dunia dan tidak ternilai bila dibandingkan ilmu yang telah ku dapat. Selesailah masalah nilai matematika kini masalah pun muncul lagi ketika aku curhat tentang perasaanku kepada salah seorang temanku yang bernama Dea Indiani. Di situ aku menceritakan semua tentang perasaanku kepadanya dan aku meminta tolong kepadanya untuk membantukku mengungkapkan perasaanku ini kepadanya. Dea pun membantuku dan mengirimkan sms kepadanya yang berisikan intinya bahwa aku menyukainya dan dia membalasnya “ aku belum bisa untuk itu mungkin satu,dua tahun lagi atau mungkin 10 tahun lagi aku untuk pacaran”. Kata-kata itu tak menyurutkan hatiku untuk tetap menyukainya dan terus berharap.

Kini tiba waktunya kita tidak bersama lagi dan harus terpecah lagi kembali ke kelas dan teman-teman ketika kelas 7. Tapi sebelum pembagian rapot tepatnya tanggal 4 juni 2009 salah seorang guru IPA menginisyatifkan membuat TIMEBOTLlE untuk siswa kelas 8A & 8B saja. Untuk mengisi botol tersebut setiap orang wajib m,enuliskan nama,cita-cita,persaan pada seseorang(di perbolehkan tapi tidak wajib), harapan pada 10th kedepan setelah selesai menulis semua kertas di masuka ke dalam botol dan di kubur di tempat rahasia dan smua itu akan dibuka 10th mendatang tepat pada tanggal 4 Juni 2020 sekali gus reunion 8A & 8B.kenangan 8B ini akan selalu ku kenang dn menjadi memorian didalam hatiku selamanya hingga tiba waktunya pada tanggal 4 Juni 2020 untuk kembali membicarakan kenangan tersebut.
         
Kini aku kelas 9H dan setahun lagi aku menetap di SMPN 1 Kalijati dan padasaat  ini rasa suka ku semakin menjadi-jadi dan setiap hari sebelum bel berbunyi aku selalu menyempatkan untuk melihat wajahnya dahulu sebelum masuk kelas. Mmandangnya dari jauh dari kelas ku yang sedikit berhadapan dengan kelasnya yaitu kelas 9F dan setelah aku bisa memandang wajahnya menjadikan salah satu semangat baru untuk aku memulai hari dan belajar. Begitulah hal itu selalu tidak terlewatkan sampai sekarang jdi kalo tidak memandang wajahnya rasanya tak lengkap hari di sekolah.

Karena rasa suka ku yang tidak dapat ku pendam lagi akhirnya tampa berpikir panjang aku mengungkapkan perasaan ku ini kepadanya tapi jawaban  yang hamper mirip dikatakan saat kelas 8  katanya” aku belum bisa untuk itu, kita temenan aja dlu!”. Aku pun memakluminya kembali ……………….

Tapi setelah beberapa bulan kemudian aku curhat pada c Endang,Ilham dan Firaman(sahabat dia)tentang perasaan ku ini. Mereka membantuku dan mungkin beriniat tuk comblangin aku tapi apa boleh buat jawaban yang sama lagi yang ia berikan. mulai saat itu aku mulai putus asa dan berniat untuk melupakanya,membencinya tapi dengan sikapku yang seperti itu malah membuatku makin cinta dan tidak bisa mellupakannya.

Setelah Ujian Nasional aku berniat untuk mengatakan perasaan ku kembali lewat sms dan lewat jejarimg sosial (Facebook). Aku mengirimkan message ke fbnya tapi jawaban yang sama lagi yang aku dapatkan.

Tapi sekarang aku mencoba untuk biasa saja kepadanya aku membiarkan rasa sukaku mengalir seperti air dan mungkin aku gak bakal bilang perasaanku lagi karena dia juga sudah tahu bagaimana perasaanku. aku hanya bisa BERHARAF & MENUNGGU jawaban darinya.:)