Laman

Sabtu, 16 Juli 2011

TERINGAT MASA KECILKU

            Kini aku sudah beranjak remaja tumbuh menjadi seorang gadis remaja 15th . aku tumbuh dan berkembang seperti anak remaja lainnya dan kini aku sudah mulai merasakan datangnya cinta. Tetapi dibalik itu semua diriku hanyalah seorang anak mamih yang manja dan ketika itu aku teringat masa kecilku.
                Ditimang-timang penuh kelembutan,disusuinya penuh kasih sayang,dibuainya penuh cinta kasih,diajarinya berdiri,di pekalinya ilmu hingga sekarang aku tumbuh menjadi seorang pribadiku sendiri,tak terasa kasih sayangnya yang ia berikat dari semenjak aku kecil. I love you mom.
                Dimasa kecilku ku bisa tertawa,tersenyum dan menangis dengan lepas. Segala yangku inginkan pasti terkabul. Ku bisa bermain sepanjang waktu …………..
Tidak seperti sekarang ini hari-hariku padat dank u habiskan bersama buku0buku pelajar dan tugas-tugas sekolahku,,,,,,,, aku sangat merindukan masa kecilku dikala aku bisa menghabiskan waktuku dengan Barbie-barbieku,bp-bp’anku, dan teman-teman kecilku untuk bermain mainan tradisional kini mulai punah, dan aku sangat merindukan itu semua.
                Barbieku …….Rasanya ini aku kembali kemasa kecilku  tuk bermain bersama dirimu. Koleksi barbieku lumayang banyak sekali, mamahku selalu membelikan Barbie jikalau pergi ke Bandung. Ku  mendandaninya,menyisir rambutnya yang panjang, dan bermain peran/rumah-rumahan bersamanya dan aku bisa perperan menjadi macam tokoh dan sifat jikalau memanikanya. Aksesoris barbieku tidak banyak tapi ibuku selalu menjahitkan gaun-gaun Barbie yang indah untuk menjadi aksesorisnya. Oh ya, gaun-gaun jahitan ibuku tidak kalah bagus dan indah loh dengan yang dijual dipasaran. Sungguh begitu perhatianya dia kepadaku. Kini Barbie-barbie itu sudah tidak ada karena ibuku menberikanya kepada keponakan-keponanku. Berbie-berbie itu hanya bisa ku kenang sekarang.
Selain bermain rumah-rumahan aku juga tidak kalah ketinggalanya menonton film-film Barbie sampai sekarang. Film mariposa yang sudah beberapa kali ditayangkan aku tidak pernah ketinggalan itu. Aku suka film Barbie karena ceritanya menarik sekali dan selalu berakhir dengan happy ending.
                Selain Barbie aku juga teringat ketika aku bermain dengan teman-teman kecilku dikebun belakang  rumah nenekku. Disana kami bermain soldah,gantik,boy-boyan,ucing sumput,ucing sandal,masak-masakan,dll yang pokoknya itu semua adalah main-mainan tradisional yang kini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak kecil zaman sekarang. Mungkin sekarang main-mainan tersebut sudah punah dan kebanyak  anak-anak sekarang bermain mainan modern seperti game only,poin blank,playstation,dll.
                Semua anak keci pasti punya mainan-mainan favoritnya tersendiri dan itu mainan-mainku dan patut kita kenang dan merindukanya ketika meranjak dewasa seperti aku ini. Seandainya hidup ini tidak berputar dan berjalan maju, aku hanya ingin menjadi anak kecil yang selalu dimanja oleh ibunya,bisa bermain sepanjang waktu dan tidak ingin beranjak dewasa pererti ini yang di sibukan dengan hirup pikuknya kesembrawutan di negri ini. Tapi itu tidaklah mungkin semua manusia pasti tumbuh dan berkembang dan menjalani hidup masing-masing, semuanya hanya bisa kita kenang untuk selamanya.

kerAsukan Palsu

Sobat aku tak sanggup menceritakan ini karena aku pasti tertawa terbahak-bahak ketika menceritakan ini. Ternyata bakat ektingku sudah tertanam loh dari kecil buktinya aku bisa berperan seperti orang kerasukan kayak cerita ini……
Begini ceritanya:
            Pada suatu hari di kelas aku terdiam tampa kata, murung sekali, wajahku terlihat pasi sekali, lalu ada salah seorang teman yang brnama Yusri menhampiri damenanyakan keadaanku tapi aku tetap terdiam tak menjawabnya. Kemudian yusri pergi meninggalkan ku dan menhampiri teman-teman yang lain yang sedang mencerikan hal-hal mistik dan mereka mengira aku sedang kerasukan. Akhirnya mereka semua menghampiriku tapi aku malah marah ketika di hampiri mereka semua dan mereka langsung menyangka bahwa aku itu kerasukan seperti cerita yang tadi mereka ceritakan. Gara-gara itu aku langsung berinisyatip berpura-pura keresukan aja,serentak mataku melotot, marah-marah gak jelas dan mengejar-ngejar temanku yang berusak mengusikku.
            Aku memeloti semua teman perempuanku sehingga merekaterhilat ketakutan semua, aku juga mengejar-mejar s yusri dan berniat akan mengcekiknya,dia pun menanggis gak karuan sebenarnya ketika aku mengejar-ngejarnya sungguh aku ingin sekali tertawa tapi kalo tertawa hancur semua rencanaku dan akhirnya aku berhasil menyekiknya(mungkin dia kesakitan juga yah karena aku benar-benar mencekiknya) dia berusa menghindar dan akhirnya dia berhasil lolos dariku.
            Setelah itu si jeni ingat katanya jika ada yang kesurupan pasti akan ketakutan jika melihat Al-Qur’an, dan untungnya dia membawa Al-Qur’an. Ketika aku duduk terdiam karena kecapeaan si jeni mengampiriku dan memukulku dengan Al-Qur’an sungguh pukulan itu terasa sakit di tambah ketika aku di pukul Al-Qur’an aku langsung jatuh ke bawah kursis sungguh sakit sekali tapi demi rencana ku aku menghiraukan itu.
Setelah aku terjatuh dan aku pun berpura-pura tidak sadarkan diri, teman-teman sekelasku langsung menghampiriku dan menanyakan keadaanku. Aku pun sadarkan diri lalu aku banggun dari bawah kursi dan menanyakan apa yang terjadi, mereka memberitahuku bahwa tadi aku itu kesurupan(dalam hati aku tertawa terbahak-bahak ternyata rencanaku berhasil).
            Begitulah ceritanya yang namanya kerasukan palsu, hingga saat ini aku belum member tahunkan kepada teman-teman sdku bahwa itu tuh adalah kerasuka palsu dan dengan cerita ini aku beritahukan kepada semua teman sdku kerasukan ku itu palsu, aku minta maaf pada kalian semua. ckckckckcccckckckckckckckckckckckck

Kamis, 07 Juli 2011

MERINDU

Bulan ini adalah bulan yang sangat menyenangkan sekaligus menyedihkan untukku.Di bulan ini aku telah dinyatakan lulus setelah menunggu sekian lama dengan hati yang berdebar-debar.Tapi dibalik kebahagiaan itu,terselip pula kesedihan.Sedih harus berpisah dengan teman dan sahabat yang sudah teramat dekat,guru-guru yang sangat disegani,dan sekolah tempatku belajar selama ini.
Tapi ada lagi yang lebih membuatku sedih.Tiap kali akan masuk sekolah pasti perasaan ini selalu mengganggu.Teringat 6-10 tahun lalu.Aku tahu itu memang sudah terlalu lama.Tapi entah kenapa kenangan itu enggan berlalu meski telah ku coba membiarkannya berlalu.Biasanya,tiap memasuki tahun ajaran baru pastilah aku berangkat sekolah pagi-pagi.Dengan sepeda warna merah yang usianya sudah cukup tua,mamang,begitulah aku memanggil 00m-ku,mengantarku jikalau beliau libur atau sip malam.Biasanya aku diantar oleh kakekku tersayang.mamang selalu tepat memilihkan bangku untukku.Kami sangat dekat.Seperti ayah dan anak.Kami sering menghabiskan waktu berdua.Beliau sering sekali membelikan aku es krim berbagai rasa,cokelat,dan permen.Apalagi permen yupi.Makanya sampai sekarang permen itu menjadi permen favoritku.
Tapi itu dulu,,,
Sebelum kecelakaan tragis menimpanya.
Rabu pagi,4 Agustus 2005
Hari itu aku yang masih duduk di kelas 4 SD sedang dikepang oleh tanteku(kakaknya mamang,coz mamang belum menikah)dan mama sedang menimang adikku yang sedari tadi terus menangis entah kenapa.Setelah aku rapi,mamang hanya berdiri di bibir pintu kamarku dan telah bersiap untuk pergi bekerja.Mamang menawariku untuk pergi bersama menggunakan motor yang baru beberapa bulan dimilikinya pemberian dari kakek.Namun aku menggeleng karena aku belum memakai sepatu sedangkan tempat kerjanya jauh.Mamang pun berlalu dan mengenakan helm.Mamang pun menyempatkan untuk menggendong adikku yang masih menangis tanpa melepas helm yang digunakannya.Beliau pun berangkat kerja setelah adikku yang masih berusia 10 bulan agak tenang.Begitu juga aku pergi sekolah setelah beberapa menit mamang berangkat.
Entah mengapa,disekolah pun aku tak bisa konsentrasi.Ingin menangis,namun tak bisa.Hatiku resah dan gelisah.Disaat itu juga,guru agama di sekolah sekaligus tetanggaku membawa kabar yang menyatakan bahwa ibuku sedang sakit.Karena khawatir,saat itu juga aku pulang bersama guruku itu diantar oleh pak penjaga sekolah.Tapi kabar dan kenyataan yang kulihat tak sesuai.Aku melihat banyak kursi dihalaman dan karangan bunga.Aku bingung.Dan dengan polosnya aku bertanya pada tanteku yang sedang menangis.''Ada apa ini?katanya mama sakit?kok banyak karangan bunga sama kursi?terus kenapa banyak yang nangis?''Tanyaku.Tanteku langsung memelukku.Aku masih bingung.Akan tetapi,perlahan aku mulai mengerti bahwa orang yang sangat aku sayangi telah pergi untuk selamanya.Meninggalkan sejuta kenangan didalam hati orang yang mengenalnya,menyayanginya,dan sebaliknya.Aku pun menangis.Tapi aku tak tega melihat keluargaku menangis.Biasanya,saat aku menangis,mamanglah tempat ku mencurahkan kesedihanku.Dan hanya dengan dekatnya saja,aku bisa merasa tenang.Tapi sekarang berbeda.Mamang yang selalu menenangkanku telah tiada.Aku bingung.Akhirnya aku hanya mampu menangis tersedu-sedu digudang seorang diri sambil mengingat semuanya.Dari mulai aku belajar sepeda,membuat dan bermain layangan,dan semua yang telah aku lalui bersama,juga merenungkan semua kenakalanku padanya selama ini.Aku baru mengerti dan merasakan bahwa ternyata aku sangat menyayangi dan membutuhkannya setelah beliau tiada lagi.Tapi aku selalu menyia-nyiakan kasih sayangnya selama beliau ada.Dan kini,aku selalu merindukannya.Berharap Allah akan mempertemukan kami kembali.
Dan aku yakin suatu saat nanti pasti kami akan bertemu kembali.
by:Ani Pertiwi